Nias – Kabar sukacita datang dari salah satu penerima manfaat Program Beasiswa KDM GKIN. Yenni Mardalena Harefa, yang sebelumnya merupakan penerima beasiswa, kini telah resmi ditahbiskan menjadi pendeta di BNKP Nias pada Minggu, 29 Maret 2026.
Perjalanan Yenni dalam menempuh pendidikan hingga akhirnya memasuki pelayanan sebagai pendeta menjadi kesaksian nyata dari dampak program beasiswa yang telah diberikan. Dukungan pendidikan yang diterima menjadi bagian penting dalam proses pembentukan panggilan dan pelayanannya.
Keberhasilan ini menjadi ungkapan syukur sekaligus dorongan bahwa bantuan pendidikan melalui KDM GKIN tidak hanya menolong secara akademik, tetapi juga mempersiapkan generasi yang siap melayani Tuhan dan sesama.
Kesaksian Yenni Mardalena Harefa
Awal saya masuk Sekolah Tinggi Teologi (STT) adalah karena kerinduan dan janji iman saya kepada Tuhan. Semua ini berawal sejak saya duduk di kelas 3 SMK, tepatnya menjelang ujian nasional. Saat itu saya bergumul dalam doa, dan saya membuat janji iman kepada Tuhan:
“Asalkan Tuhan menolong saya dan meluluskan saya, saya mau menjadi hamba Tuhan atau pendeta.”
Setelah lulus, saya mulai mencari informasi tentang sekolah teologi, dan hati saya tertuju pada STT BNKP Sundermann. Saya begitu rindu untuk menjadi seorang pendeta, dan saat itu pilihan saya hanya satu: kuliah di sana. Saya terus menantikan pembukaan pendaftaran dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan akan membuka jalan.
Ketika pendaftaran dibuka, saya menyampaikan keinginan saya kepada keluarga, khususnya kepada nenek yang merawat saya. Mereka sangat mendukung, tetapi di sisi lain kami juga dihadapkan pada keterbatasan ekonomi. Saya sempat diminta untuk menunda kuliah karena biaya yang cukup besar, dan hal itu membuat saya sedih. Namun saya terus membawa pergumulan ini dalam doa.
Puji Tuhan, tidak lama kemudian hati keluarga dibukakan, dan saya diizinkan untuk mendaftar. Saat itu saya sangat bersyukur karena saya percaya Tuhan sedang menolong saya. Keyakinan itu semakin dikuatkan ketika memasuki semester dua, saya dipanggil oleh ketua program studi dan diberitahu bahwa saya menerima beasiswa dari KDM Belanda hingga selesai studi. Saya sungguh merasakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Sejak saat itu, saya semakin yakin bahwa ini adalah panggilan Tuhan dalam hidup saya. Saya terus berusaha dan termotivasi untuk menjadi seorang pendeta. Dalam perjalanan kuliah dan proses akta kependetaan, tentu ada banyak tantangan dan kelemahan yang saya hadapi. Namun saya percaya Tuhan selalu menyertai, sehingga saya dapat melewati semuanya dengan sukacita.
Puji Tuhan, akhirnya saya boleh sampai pada tahap ditahbiskan menjadi hamba-Nya sebagai seorang pendeta. Semua ini bukan karena kekuatan saya, tetapi karena kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup saya.
Dokumentasi kegiatan dan momen ordinasi:




Penutup
Kiranya kesaksian ini menjadi berkat dan penguatan bagi para penerima beasiswa lainnya untuk terus setia dalam panggilan dan pendidikan mereka.
Soli Deo Gloria.